Beberapa Indikator Penting Dalam SEO

Beberapa Indikator Penting Dalam SEO

Indikator SEO merupakan point penting yang dinilai Google untuk memutuskan apakah halaman website kita layak atau tidak mendapat ranking teratas di SERP. Ini menunjukkan bahwa indikator SEO merupakan aspek yang perlu kita upayakan saat mengoptimasi website. Tanpa panjang lebar, inilah beberapa indikator utama didalam SEO

1. Domain Factor

Domain merupakan alamat suatu website. Contohnya www.smkmugaweleri.sch.id, sedangkan domain factors adalah hal-hal berkaitan dengan domain yang berdampak ke performa search engine optimization kita. Kemudian apa sajakah domain factor yang menjadi indikator SEO? Berikut penjelasannya.

  • Ejaan yang jelas dan mudah diketik. Dengan ejaan yang sederhana, nama domain akan lebih mudah diketikkan audiens dan mengurangi kemungkinan typo
  • Ukuran domain. Domain yang panjang akan terlalu rumit untuk dipahami baik Google dan audiens. Seperti www.tokoherysucahyono.com
  • Usia domain. Sesungguhnya, usia domain tidak terlalu berpengaruh bagi SEO. Akan tetapi, semakin kita mengoptimasi website dari lama, SEO-nya akan makin bagus.
  • Sejarah domain. Apabila kita membeli domain yang pernah dipakai dan punya sejarah kurang oke (banyak aktivitas spam), maka akan cukup berpengaruh terhadap performa SEO.

2. Desain dan Struktur Website

Pada pembahasan Technical SEO, kita sudah tahu sekilas pentingnya struktur website, yaitu: memaksimalkan performa situs dan memudahkan Google memahami konteks situs. Sebagai pengingat, struktur website adalah susunan halaman-halaman penting di website, termasuk elemennya. Seperti susunan isi, navigasi, link, dan layout konten, dan sebagainya. Ada salah satu indikator search engine optimization adalah desain dan struktur website responsive, tidak sembarang tertata, struktur website harus SEO-friendly. Artinya website kita harus:

  • Mudah diakses
  • Cepat diakses
  • Struktur website rapi
  • Menu navigasi jelas
  • Link yang mudah dikenali
  • Judul konten dan URL unik
  • Konten berkualitas
  • Kombinasi warna yang pas
  • Tampilan konsisten di browser
  • Call to Action jelas
  • Form sederhana
  • Responsif / mobile-friendly.

Dengan memnuhi seluruh kriteria website SEO-friendly, Google akan menganggap situs kita memiliki user experience yang baik dan layak disajikan ke audiens. Baca juga artikel ini

3. Keamanan Website (SSL/TLS)

Semenjak 2014, Google mengutamakan situs- situs yang nyaman untuk audiens. Metode Google mengidentifikasi keamanan web ialah dengan memandang apakah web memasang SSL/ TLS ataupun tidak. Selaku kabar, SSL/ TLS ialah protokol keamanan buat melindungi segala aliran informasi pada web. Web yang memasang SSL/ TLS tentu memiliki tkita kunci gembok pada URL di address bar. Salah satu penanda search engine optimization merupakan SSL selaku pengaman website

4. Kecepatan Website

Pada tahun 2018, Google menyatakan bahwa salah satu indikator utama SEO adalah mempercepat loading website (di desktop, mobile, tablet). Paling tidak, kecepatan website terbaik menurut Google yaitu sekitar dua detik. Untuk memperjelas bayangan kita, kira-kira seperti ini rentang kecepatan website:

  • Sangat cepat: 1 detik
  • Cepat: 2 detik
  • Biasa saja: 2 hingga 3 detik
  • Lambat: 3 hingga 4 detik
  • Sangat lambat: di atas 4 detik
READ ALSO  Rekomendasi Strategi Digital Marketing 2023

Tetapi pada kenyataannya, audiens itu tidak sabar menunggu. Para pengunjung tidak akan sungkan mencari website lain daripada terlalu lama menunggu halaman website selesai loading.Bounce rate merupakan persentase pengunjung yang langsung meninggalkan situs tanpa membuka halaman lain pada website. Akan tetapi, page views adalah jumlah halaman yang dibuka oleh pengunjung pada satu website yang sama.

Yang merupakan salah satu cara meroketkan kecepatan website yaitu dengan memilih hosting yang memakai server terbaik. LiteSpeed Web Server, contohnya. Web server ini adalah server web yang performanya 50% lebih cepat dibanding server lainnya.

5. Pemakaian Keyword

Pastinya, kita sudah tahu bahwa keyword adalah indikator SEO yang cukup mendasar. Sebab, memasukkan kata kunci ke Google adalah cara audiens menemukan website kita. Biasanya, pemula atau pakar SEO memilih keyword yang punya volume besar. Sebab, volume besar mencerminkan banyaknya audiens yang mencari tahu informasi dengan kata kunci tersebut.

Sayangnya, persaingan keyword bervolume besar cukup sulit. Apalagi bagi website-website yang baru rilis dan kalah dari situs yang sudah duluan punya traffic. Karena itu, strategi penggunaan keyword pun bergeser. kita bisa membidik beberapa keyword sekaligus: LSI (Latent Semantic Indexing) ataupun Long tail keyword.

LSI keyword merupakan istilah atau kata-kata yang dianggap relevan secara semantik oleh mesin pencari. Dengan menambahkan LSI, konten pun semakin kaya informasi. Berikutnya adalah long tail keyword. Long tail keyword yaitu kata kunci spesifik yang biasanya persaingannya cenderung rendah. Namun meski volumenya rendah, belum tentu tidak ada yang mencarinya.

Oleh sebab itu, long tail keyword memungkinkan kita memenangkan persaingan Google sekaligus menjawab pertanyaan spesifik audiens.Kesimpulannya, dengan menembak keyword yang tepat, lebih mudah nantinya bagi kita dalam menyusun strategi konten yang benar-benar dibutuhkan audiens. Google juga lebih mungkin meranking kita sesuai target keyword.

6. Topik Konten

Indikator SEO berikutnya yaitu topik konten. Meski terlihat sepele, salah pilih topik konten bisa berakibat fatal. Lho, ini website saya tapi masa milih topiknya nggak bisa bebas? Begini, kita bebas memilih topik apapun. Meski begitu, usahakan topik konten yang kita pilih saling berkaitan. Misalnya, kita punya blog teknologi. Sediakanlah beberapa topik utama seperti digital marketing, web development & design, dsb. Semua topik ini saling berkaitan dengan topik utama blog, yaitu teknologi.

Kenapa harus begitu? Alasannya sederhana: semakin banyak konten yang topiknya saling berkaitan, semakin mudah mesin pencari memahami konteks website kita. Selain itu, konten yang saling berkaitan akan memudahkan kita saat membangun internal link. Sebab, informasi satu konten dengan konten lainnya saling mendukung sehingga mudah untuk menyisipkan link berkaitan.

7. Search Intent

Search intent adalah tujuan pengguna ketika menelusuri keyword pencarian. Misalnya, ketika audiens memasukkan kata kunci ‘jasa pembuatan website’ di Google. Kemungkinan besar, mereka sedang mencari layanan membuat website. Maka, SERP akan menampilkan rekomendasi jasa pembuatan website paling terpercaya.

READ ALSO  Optimasi SEON on Page

Jelas, hasilnya akan berbeda jika audiens mengetikkan keyword ‘tips membuka jasa pembuatan website.’ Mereka mungkin sedang tertarik membuka jasa pembuatan website dan mencari tahu cara memulainya. Oleh sebab itu, SERP pun membawakan rekomendasi tips membuka jasa pembuatan website. Itu artinya, Google berusaha memahami maksud penggunanya melalui keyword yang masuk. Dengan kata lain, keyword dengan konten yang kita buat harus serelevan mungkin dengan search intent audiens.

8. Struktur Konten

Indikator SEO berikutnya ialah struktur konten. Salah satu cara Google untuk membaca konten kita yaitu melihat penggunaan headingnya. Heading adalah judul dari bagian artikel yang berisi informasi tertentu. Penggunaan heading pun tidak sembarangan. Meski ada H1 (judul utama konten) hingga H6 (sub-judul), kita harus memahami hierarkinya. Semakin mendekati H6, info yang kita berikan pun harus semakin detail. Selain memudahkan Google membaca struktur konten, format heading akan memudahkan audiens dalam menangkap inti konten secara cepat.

Selain itu, heading mampu membantu kita mendapatkan featured snippet (kolom cuplikan pada bagian teratas Google). Dari heading pula Google dan audiens bisa menilai apakah konten kita menjawab search intent mereka.

9. Optimasi Gambar

Salah satu elemen yang sering orang sepelekan padahal cukup berdampak pada SEO website yaitu gambar. Baik itu sampul konten, ilustrasi pendukung, video, ataupun format visual lainnya. Padahal, image SEO mampu mendongkrak performa website kita. Baik dari segi kecepatan hingga kemudahan ditemukan di hasil pencarian. Sebab, algoritma Google mampu membaca gambar yang kita posting.

Oleh sebab itu, optimasi gambar menjadi indikator SEO yang harus kita perhatikan. Cara optimasi gambar di WordPress yaitu dengan memastikan penamaan file-nya tepat, memilih gambar dengan ukuran yang sesuai, dan sebagainya.

10. Struktur URL

URL alias permalink merupakan link yang akan mengantarkan audiens ke konten atau halaman website tertentu. Dengan struktur URL yang sederhana dan jelas kata kuncinya, maka mesin pencari semakin mudah dalam memahami topik halaman web tersebut.

11. Meta Tag

Meta tag terdiri dari title tag dan meta description. Title tag adalah judul artikel yang muncul di hasil pencarian. Sedangkan meta description yakni ringkasan konten kita yang berada di bawah meta tags.

Karena meta tag adalah yang pertama audiens lihat sebelum masuk ke konten kita, kehadirannya cukup penting. Dengan meta tags, audiens dapat menilai apakah konten tersebut sesuai dengan maksud pencarian mereka atau tidak.

Penting kita tahu, karena ruang dari Google terbatas, ukuran meta tags harus menyesuaikan. Title tags yang terlalu panjang akan dipotong oleh Google, sedangkan meta description terbatas hanya 120 hingga 130 karakter saja.

12. Backlink

Pada bagian SEO Off Page, kita sudah sekilas mengenal backlink. Backlink adalah link dari website tetangga yang mengarah ke website kita. Indikator SEO ini cukup penting, karena menjadi pertimbangan Google dalam menilai kredibilitas website. Pasalnya, ketika konten kita dijadikan referensi oleh website lain itu artinya isi konten yang kita buat memang bermanfaat.

READ ALSO  Panduan SEO Untuk Pemula di 2022

Namun, kita tidak asal bisa mendapatkan backlink dari sembarang website atau blog. Pastinya, situs yang memberikan backlink tersebut harus berkualitas. Kualitas tersebut bisa dilihat dari skor DA dan PA-nya. Makin tinggi skor DA dan PA, peluang halaman website muncul di ranking teratas pun meningkat.

13. Web Spam

Web spam adalah komunikasi lewat website secara massal dan berlebihan. Misalnya, membombardir satu artikel pendek dengan ratusan keyword yang sama. Tujuannya, untuk memenangkan persaingan search engine optimization. Biasanya, yang melakukan web spam adalah mereka yang belum terlalu paham cara kerja SEO ataupun orang yang ingin menaklukkan halaman pencarian secara instan dan curang.

Padahal, Google tidak menyukai situs yang banyak nge-spam, lho. Sebab, web spam akan merusak user experience audiens dan sekaligus menurunkan kredibilitas website. Ada beberapa jenis web spam yang seringkali orang lakukan:

Content based spam, yaitu aktivitas spam yang dilakukan pada konten. Seperti melakukan keyword stuffing (memasukkan kata kunci secara berlebihan)
Comment spam, yakni spam pada kolom komentar website tetangga dengan memasukkan link website milik sendiri
Link spam, merupakan kegiatan spam dengan membombardir platform tertentu dengan backlink berlebihan. Baik itu di forum online, guest blog, dan sebagainya.
Jadi walaupun mengoptimasi SEO website itu penting, kita harus memperhatikan batas kewajaran dan tidak melakukan cara curang.

Apalagi, Google semakin pkitai dalam menilai level spam website sehingga tanpa segan-segan menyingkirkan situs yang melakukannya.

Apa Saja Faktor SEO Ranking?

Dari pembahasan sebelumnya, kita tahu bahwa indikator SEO adalah metrik yang dinilai Google untuk menilai kelayakan website dan kontennya. Nah, indikator tersebut sebenarnya bisa dikelompokkan menjadi faktor SEO ranking.

Faktor SEO ranking merupakan kriteria yang Google tetapkan untuk mengevaluasi indikator SEO, di antaranya:

  • Relevancy, yaitu keterkaitan hubungan antara kebutuhan audiens dengan informasi yang disediakan
  • Authority, yakni tingkat kredibilitas website atau konten dalam menyajikan info yang akurat dan relevan
  • Value, merupakan kualitas website hingga konten untuk memberikan manfaat bagi audiens
  • User experience, yaitu pengalaman audiens ketika mereka berinteraksi dengan website dan seluruh elemen di dalamnya.

Ranking website pasti dipengaruhi juga oleh algoritma Google. Dasar Google dalam menilai website ini memiliki sistem yang terus menerus diperbaharui demi memberikan search experience terbaik. Itu artinya, algoritma Google ada demi memenuhi kebutuhan audiens. Jadi, daripada kita cuma fokus mengejar algoritma Google yang terus berubah, lebih baik fokus menyajikan website serta konten yang bermanfaat bagi audiens.

Sudah Siap Menerapkan Optimasi SEO?

Sekarang, kita sudah lebih paham bahwa SEO adalah cara mengoptimasi website supaya nangkring di halaman teratas Google. Dengan menerapkan search engine optimization sebagai cara memulai bisnis yang tepat, kita akan kebanjiran traffic dan mendapat manfaat berlimpah. Mulai dari memperluas awareness, mendorong transaksi, hingga memanjangkan usia bisnis. Tapi meski artikel ini sudah selesai, jangan berpikir belajar SEO berakhir begitu saja. Seperti kata Aristoteles (filsuf Yunani), “Apa yang harus kita pelajari, kita pelajari dengan melakukannya.” Jadi, cara terbaik untuk memahami SEO adalah dengan praktik.

Leave a Comment